“Produktifitas bukan mengenai seberapa banyak yang kita kerjakan, tapi seberapa banyak yang kita selesaikan”
Anda memilih bekerja seperti guru spiritual atau bekerja seperti penjual saham?
Seorang guru spiritual bekerja namun dengan porsi spiritual yang jauh lebih besar. Saat pagi hari, biasanya seorang guru spiritual melakukan aktivitas spiritual. Salah satunya adalah dengan berdoa. Sehingga secara tidak sadar, membawa dirinya dalam mencapai ketenangan batin dan mudah dalam menjalani hidup.
Dengan sengaja dan sadar saya memilih bekerja mengikuti model kerja seperti seorang guru spiritual. Saya melakukan doa di setiap pagi sehingga memberikan ketenteraman dan ketenangan batin. Saya enjoy bekerja dan tidak seperti orang kecanduan, namun berdasarkan kesengajaan dan kesadaran yang penuh strategi.
Sebagai Strategic Planner and Creative Thinker, saya, Fauzi Priambodo, lebih memilih pola-pola yang efektif dan efisien dalam bekerja. Dari sisi kreatif, bekerja tidak harus melulu ngantor atau disibukkan dengan pola kerja yang melelahkan, atau bahkan begadang dan melewati hari-hari dengan kerja, kerja, dan kerja. Kalau bisa, saya bekerja dengan santai, sambil mendengarkan musik, membaca, jalan-jalan bersama keluarga, menyalurkan hobi, dan tentunya tidak lupa berdoa. Dengan energi spiritual batin yang tenang dan senang, saya yakin akan lebih produktif dan lebih mudah dalam mencapai tujuan.
Sebab, tujuan orang bekerja adalah kesejahteraan untuk mencapai kebahagiaan. Untuk apa bekerja dengan stress dan melelahkan, di sisi lain malah merugikan kesehatan dan mengorbankan hal yang lebih penting.
“Bekerja tanpa strategi akan berdampak pada kesehatan (jasmani dan rohani).”
Fauzi Priambodo
Strategic Planner & Creative Thinker
Comments