Bukan Identitas Tapi Entitas
Fauzi Priambodo

Ya, keluarga adalah anugerah Tuhan untukmu, seperti halnya kamu (anugerah) untuk mereka. Bagi saya, kita harus selalu bersyukur dilahirkan dalam keluarga yang sudah ditentukan oleh kehendak Tuhan.

Saya, Fauzi Priambodo, tumbuh di keluarga dengan seorang ayah yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Mojokerto 47 tahun lalu. Saya bangga dan bersyukur hidup di lingkungan sederhana yang menempa diri saya baik fisik maupun mental, sehingga saya menjadi pribadi yang tangguh tanpa mengeluh.

Melalui beberapa gagasan sederhana, saya memutuskan untuk memulai karir di usia muda. Saya bekerja terlebih dahulu sambil mengikuti pendidikan formal. Awalnya, tidak mudah mengubah kebiasaan unik anak desa yang serba asyik dan santai menjadi seorang pekerja keras. 
Kalau bukan karena keadaan, tidak mungkin saya berada pada titik seperti sekarang.

Banyak orang mengatakan Fauzi Priambodo adalah pribadi yang fleksibel, idealis dan senang berbagi. Semua itu adalah entitas yang lahir dari lingkungan spiritual orang tua saya, terutama ayah. Sebagai seorang guru ngaji di kampung, beliau selalu berhati-hati dan takut pada apa yang disebut dosa. 

Spiritual namun penuh dengan ide-ide out of the box adalah sejatinya entitas saya. Ide tersebut melahirkan nilai untuk mencapai kesuksesan. Bagi saya, ide merupakan bagian dari seni.

Sedangkan seni adalah sentuhan rohani; ketulusan dalam menuangkan ide dan pikiran, meskipun tidak mudah mewujudkannya dalam pusaran kehidupan yang kadang berbenturan dengan intrik manusia yang melelahkan. 

Tumbuh di lingkungan sederhana juga membentuk selera saya pada makanan. Saya penggemar street food, terutama Lodeh Rebung. Makanan merupakan bagian dari kebiasaan, yang menjadi entitas gambaran kehidupan sederhana, tetapi menghasilkan kenikmatan sesungguhnya.

Karakter anak desa yang santai dan serba asyik, juga dapat dilihat dalam cara saya berikhtiar mencari ilmu. Saya memilih belajar secara informal karena lebih menyukai kebebasan. Kebebasan bukan berarti menghasilkan hal yang biasa. Justru, sebuah teori lahir saat menyulap sesuatu yang alamiah menjadi ilmiah. Apakah burung untuk terbang tinggi perlu tiket pesawat?

Melalui personal blog Fauzi Priambodo ini, saya ingin berbagi ide-ide yang orisinil dan out of the box, juga pengalaman membantu menyukseskan brand nasional maupun internasional. Keduanya dikemas selayaknya hidangan tersaji nikmat. Kalian tertarik merasakan kenikmatan hidangan saya? 

Mari bersama menikmati update artikel-artikel inspiratif yang bukan sekadar bacaan, tetapi juga penguat keyakinan yang hilang dalam menapaki apa yang disebut mimpi anak muda zaman now!

Fauzi Priambodo
Strategic Planner & Creative Thinker

 

 

Apakah artikel ini menarik untuk anda ? Yuk berbagi pengalaman dengan yang lain.

Comments