Memulai usaha dalam skala besar maupun kecil esensinya sama saja. Keduanya harus melalui serangkaian proses yang tepat agar sesuai harapan. Saya seringkali menjumpai orang memulai usaha dalam tempo sebulan hingga dua bulan usaha tersebut tutup dan merugi. Ketika saya bertanya sebabnya, mereka menjawab karena belum beruntung, tidak cocok, bahkan hal mistis. Padahal, faktor utama kegagalan sebuah usaha disebabkan tanpa adanya perencanaan dan data yang matang.
Kebanyakan dari mereka membuka usaha karena ikut-ikutan, tanpa melihat potensi pasar dan kondisi sekitar di tempat usahanya, misalkan pendapatan per kapita penduduk sekitar, dan kendaraan jenis apa yang melintas di depan tempat usahanya.
Saya percaya pada efek dahsyat data. Betapa kasihan ketika ada orang berniat baik dan bersusah payah ingin mendirikan usaha namun tidak didukung dengan data yang mumpuni. Bukan keuntungan yang didapat, melainkan kerugian menerpanya. Tidak hanya rugi uang, tetapi juga rugi waktu dan tenaga.
“Karena malas mencari data, kita tidak sadar menggagalkan niat baik yang besar effortnya.”
Anak muda zaman now lebih bersifat terbuka dan sudah terbiasa bekerja dengan teknologi digital. Sehingga, mereka lebih mudah mendapat data-data yang diperlukan melalui internet. Banyak sekali anak muda zaman now menjadi pengusaha muda yang sukses, tidak lain disebabkan karena mereka bekerja dengan cara dan rute yang tepat, yaitu dengan mengandalkan data yang valid.
Dalam memulai sebuah usaha, disamping bekerja dengan data yang valid, sebaiknya tidak ikut-ikutan. Bekerjalah berdasarkan passion, lebih membuka diri, tidak malu meminta pendapat pada orang yang sudah berpengalaman, dan sanggup memotivasi diri agar tidak gampang menyerah.
Fauzi Priambodo
Strategic Planner & Creative Thinker
Comments