Kreativitas Ikhlas Meretas Batas
Slank

Mencintai pekerjaan adalah hal yang menyenangkan. Kecintaan akan pekerjaan sebagai Strategic Planner and Creative Thinker mengingatkan saya pada sebuah peristiwa di masa lalu.

Suatu hari, saya bertemu pengusaha yang memiliki pabrik cukup besar dengan ribuan karyawan. Mobilnya sangat mewah. Terbesit dalam hati kecil saya, “Betapa enak dan mulia hidup orang ini, bisa mempekerjakan ribuan karyawan yang mencari rejeki demi menghidupi keluarganya”. Sementara saya, saat itu hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga saya saja masih pontang-panting.

Namun, tidak semua kulit di luar sama dengan dalamnya. Suatu hari, beliau menceritakan betapa beratnya menjadi pengusaha yang tiap hari harus sibuk mencari gaji karyawan, menanggung besarnya biaya operasional perusahaan, serta memikirkan beban hutang di bank.

Bahkan, tak jarang harus terikat banyak aturan negara. Padahal, waktu itu, pengusaha tersebut dalam keadaan merugi dan harus menerima beban bunga bank yang besar. Dari sini, entitas spiritual saya seolah dibangunkan.

 

“Saya akan lebih mulia apabila bisa membantu pengusaha ini untuk bangkit dan menyelamatkan perusahaannya.”

Tanpa banyak pertimbangan, saya memutuskan bekerja di perusahaan itu sebagai Strategic Planner & Creative Thinker, berbekal pengalaman kerja pada industri kreatif. Saya merasa tidak perlu mempertimbangkan nilai gaji yang saya terima. Namun, lebih pada tujuan menyelamatkan banyak karyawan.

Demi mencapai tujuan tersebut, saya ikut andil dalam memasarkan produk di seluruh penjuru Indonesia yang sebenarnya di luar lingkup profesi saya. Kurang lebih tiga tahun, roda kehidupan pabrik yang sempat terancam tutup, Alhamdulillah bisa berjalan kembali dan membangun pabrik baru seluas 24 hektar. Bagi saya, menjadi manfaat bagi banyak orang adalah kepuasan yang tak ternilai. (*)

Fauzi Priambodo
Strategic Planner & Creative Thinker

 


 

Apakah artikel ini menarik untuk anda ? Yuk berbagi pengalaman dengan yang lain.

Comments