Seperti tsunami, gelombang besar teknologi memang tidak dapat dibendung. Berjuta orang dengan mudah mengenali kita melalui jejak digital, bahkan mampu mengontrol kegiatan kita di dunia maya.
Jika kita tidak mampu mengidentifikasi dan mengendalikannya, maka akan menjadi korban dari kejahatan baru di dunia maya atau future crime. Mulai dari pencurian data, pencurian rekening pada bank online, pemusnahan server komputer, sampai dengan pencurian akun yang pengikutnya (followers) sudah jutaan.
Kemudahan penggunaan internet ini juga melahirkan budaya Copy – Paste & Share yang umumnya terjadi di dunia maya. Kita menjadi kesulitan mengidentifikasi sumber suatu berita serta kebenaran di dalamnya. Begitu pula dengan mudahnya pelaku digital menguasai panggung virtual.
Siapa yang dapat membuat content yang menarik serta menghibur, dengan mudah mencapai jutaan followers atau viewers. Ketenarannya ini sanggup mempengaruhi dan menembus alam nyata (offline).
“Kita menjadi follower atau following? Warganet Positif atau Negatif? Membajak atau Bijak? Hemat atau Pemborosan? Aktual atau Hoax? Produsen atau Konsumen?"
Digital memang senjata yang murah dan mudah untuk mencapai banyak tujuan. Saya Fauzi Priambodo sebagai Strategic Planner & Creative Thinker, berpendapat bahwa suatu saat sumber berita yang benar dan orisinil akan menjadi panutan. Bagi siapa saja yang mampu berkomunikasi melalui media online dengan karakter yang berbeda, orisinil dan bermanfaat, akan mendapat kepercayaan dari followers atau viewers. Kepercayaan itu yang akan menguntungkan pemilik website atau personal account, karena mereka bisa menjadi Key Opinion Leader (KOL) atau buzzer yang pasti menghasilkan uang (monetizing).
Fauzi Priambodo
Strategic Planner & Creative Thinker
Comments